Video Cut Tari Memang Ajib

June 9th, 2010
Video Cut Tari tengah menjadi pusat perhatian di antara para pengguna Twitter. Kini, pemilik nama lengkap Nazriel Irham itu pun mendapat julukan Ariel Peterporn.

Video Cut Tari memang sungguh ajib, Jika dibandingkan dengan video mirip Luna Maya dan Ariel sebelumnya diambil melalui ponsel, jenis gambar yang terekam pada Video Cut Tari ini memiliki pencahayaan yang lebih baik. Dilihat dari jenis filenyanya, video ini juga memiliki ukuran file yang lebih besar dari ukuran file video kamera ponsel. Bahkan salah satu warnet di daerah Palasari dengan tegas menyensor file yang disimpan baik di harddisk ataupun media penyimpanan lainnya yang dipergunakan penggunjung.

“Dari kemarin pagi sudah banyak yang nanyain,” ujar salah seorang operator warnet yang enggan disebutkan namanya kepada detikINET, Rabu (9/6/2010).

Pendaftaran Snmptn 2010

May 3rd, 2010
Postingan kuotasi Pendaftaran Snmptn 2010 yang sudah bisa dilakukan dari mulai tanggal 2 Mei sampai dengan tanggal 31 Mei 2010 secara online dengan menggunakan media internet. Postingan ini hanya informasi kuotasi ringan belaka.

Pendaftaran Snmptn 2010 – Tahun lalu kita mengalami hambatan dalam proses percetakan. Tiba-tiba jumlah pendaftar di Padang meningkat 100 kali lipat lebih. Karena menggunakan sistem manual tidak seperti Pendaftaran Snmptn 2010 ini, kami kewalahan dalam menggandakan formulir,” kata Bambang. Teknisnya, kata Eko, tiap SD menyerahkan SKL ke tiap UPTD yang ada di tiap kecamatan.

Baru pihak UPTD melakukan nilai rata-rata dari sekian banyak SKL yang diberikan sekolah. ”Kami yakin sekolah-sekolah sudah siap menerapkan nilai minimal 6,” tambahnya.

Cowboys in Paradise

April 27th, 2010
Menurut Bambang cowboys in paradise, memang ada pandangan terhadap kebebasan berekpresi sehingga tidak bisa begitu saja melarang individu untuk tidak melakukan sesuatu. “Namun Bali sebagai tempat yang banyak dikunjungi wisatawan apakah masih mengizinkan hal-hal seperti ini, meski ada elemen masyarakatnya tidak berkenan,” paparnya.

Kemunculan film dokumenter cowboys in paradise yang mengambil latar objek wisata Bali mengundang pro dan kontra di masyarakat. Publik di Tanah Air terhenyak dengan film yang mengumbar aksi seks para gigolo di Pantai Kuta tersebut. Para penggiat budaya di Bali pun mengaku kecolongan dengan beredarnya ilm cowboys in paradise yang memanfaatkan kekuatan wisata Bali untuk kepentingan pornografi.

Pengamat budaya dan sejarah dari Universitas Indonesia Bambang Wibawarta mempertanyakan pembuatan film tersebut apakah ada izin atau tidak dari pihak terkait. “Saya belum tahu apakah film dokumenter itu dibuat secara independen atau bagaimana,” terang dia saat berbincang dengan okezone, Selasa (27/4/2010).

Kendati demikian, Pemda Bali atau bagian pariwisata dan budaya setempat perlu mempertanyakan izin dari pembuatan film yang mengambil latar Pantai Kuta itu. “Pemda setempat harus mengambil sikap resmi jika film tersebut dibuat ilegal,” tandasnya. (source: okzone.com)